{Review} DUA JEJAK - AQESSA ANINDA


Judul Buku : DUA JEJAK

Penulis : Aqessa Aninda

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun terbit : 2019

Tebal : 428 Halaman

  ISBN : 978-623-00-0612-8

***

BLURB

Katanya, untuk beranjak dan melanjutkan hidup kadang perlu dibantu orang lain :

"Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu....

Dan Menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat

"Terimakasih sudah menjaga aku tetap waras"

Tapi bukankah kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri?

"Kinan ingin berterimakasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain. Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti."

Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan?

"Gue pengin memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan penginnya punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than i do?"

Ini adalah bagian akhir dari kisah empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain. Mereka mengukirnya sedemikian rupa sehingga tak ada senyawa apa pun yang mampu menghapusnya begitu saja.


 

****


Ditengah rasa ketidaktahuannya akan sikap Kinan yang tiba-tiba menghilang dari kehidupannya, Satrya mencoba untuk bertahan hidup dari segala rasa bersalahnya dengan mencoba menjalin kisah dengan Sabrina.

Sabrina yang sedang menjauh dari Abi karena Sabrina selalu mempertanyakan kepada dirinya sendiri apa arti dirinya buat Abi, menerima ajakan Satrya untuk menjalin sebuah hubungan baru.

Lalu bagaimana kisah cerita dari dua pasangan anak manusia yang belum menyelesaikan kisah masa lalu mereka menjalin cerita baru.

Simak kisah Satrya, Kinan, Sabrina dan Abi dalam perjalanan cinta mereka tentang masa lalu yang terus akan membayangi cerita masa depan mereka. Semua dieksekusi dengan sempurna oleh Aqessa Aninda dalam "DUA JEJAK".

 


-------



Ini adalah buku ketiga yang aku baca dari penulis, dan DUA JEJAK merupakan trilogi yang dibuat oleh penulis. Cerita pertama ada SECANGKIR KOPI DAN PENCAKAR LANGIT, yang kedua ada SATU RUANG dan yang ketiga adalah DUA JEJAK.

 

Saran saya kalau kalian membacanya harus berurutan karena ketiganya itu nyambung, kisah yang belum selesai di buku pertama di selesaikan di buku kedua dan dituntaskan di buku ketiga. Kalian tidak akan menyesal dengan memiliki ketiga bukunya.

 

Suka dengan gaya menulisnya Aqessa, tiga bukunya aku sudah baca semua, dan beberapa tulisannya di wattpad aku juga sudah baca.

 

BACA REVIEW SECANGKIR KOPI DAN PENCAKAR LANGIT : REVIEW SKDPL

 

Masih dengan sudut pandang orang ketiga, pergantian sudut pandang dari keempat orang tokoh tidak tumpang tindih, asyik aja gaya bahasa yang digunakan penulis, tidak terlalu kaku, memang beneran bahasa sehari-hari yang digunakan oleh usia-usia tokoh utama.

 


Jarang bukan satu cerita ada 4 tokoh utamanya, tapi Aqessa membuatnya dan membuat cerita yang bagus dan menarik. Jujur aku membaca ketiga buku ini merasa kisah mereka ini merupakan pengalaman pribadi penulis, saking terasa real banget kisah mereka.

 

Boleh jadi Mas SatSat, Kinan, Abi dan Sabrina adalah tokoh utama, tapi scene Radhi dan RInka adalah yang paling ditunggu-tunggu sejak kemunculan Rinka di Satu Ruang. Kalau joke joke Radhi dan kawan-kawan sudah menjadi primadona sejak pelucuran buku pertama Aqessa. Joke yang dibuat Radhi benar-benar memang bikin tertawa, dan ada aja yang diluar prediksi.

 


Inilah salah satu contoh percakapan Radhi dan Rinka :

 

"Naik motor? Yang ada nanti gue tua di jalan."

"Its okay Rin. I wanna grow old with you kok?" Goda Radhi lagi.

Kali ini Arinka tidak mampu menahan tawanya lagi. Gombalan Radhi asli, jijik abis. Perut Arinka rasanya geli mendengar ucapan Radhi tadi.'

"Selaluuuuuu aja ada jawaban sampah.!"

"Lo juga, selaluuu aja ada jawaban yang sinis!" Radhi nggak mau kalah dengan pernytaan Arinka. Tetap dengan senyum-senyum genitnya itu.

 

Itu hanya sebagian kecil, pokoknya setiap Radhi ketemu Rinka pasti ada aja gombalan recehnya dan Arinka selalu punya jawabanya. Kayaknya mereka ini seimbang.

 

Suka dengan cover buku ini, dua wanita dengan kalau dilihat memang seperti mempunyai dua karakter yang berbeda, karena memang Sabrina dan Kinan adalah dua orang yang berbeda, Kinan dengan kelembutannya dan Sabrina dengan keceriannya. Jadi sosok mana yang yang benar-benar Satrya inginkan?

 


Adegan dikisah DUA JEJAK ini semua sayang kalau dilewatkan, meski hanya sekedar pertemuan Radhi dan Rinka yang selalu bikin ngakak. Semua aku suka bagaimana interaksi Sat Sat dengan Sabrina, Sat Sat dengan Kinan, pokoknya sema tanpa terkecuali. Tapi yang di Anyer itu yang paling ngena. Adegan apakah itu???? bacanya bukunya kawan.

 


Tapi dari keempat tokoh utama, aku merasa karakter Kinan kurang diexplore dibanding Sabrina, aku merasa scene dia kurang banyak, tap meskipun begitu karakter Kinan sudah terdiskripsi dengan baik, tapi kayak ada yang kurang.

 

Pesan moral yang ingin disampaikan dalam cerita ini menurut aku adalah, selesaikan dulu masa lalu yang belum selesai dan baru melanjutkan kisah yang baru, setiap orang yang datang dalam kehidupan ini selalu punya tempat dan kenangan sendiri tanpa harus mengganggu keberadaan pihak lain.

 

BACA REVIEW SATU RUANG : REVIEW SATU RUANG DI SINI

 

****

 


 

Aqessa Aninda adalah seorang IT application developer saat weekdays dan penulis fiksi saat weekand. Menulis merupakan passion-nya yang dilakukan di waktu senggang setelah melewati hari yang melelahkan.

Dua Jejak merupakan novel ketiganya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo setelah novel pertamanya, Secangkir Kopi dan Pencakar Langit (2016) dan Satu Ruang (2017). Beberapa tulisan fiksi lainnya diterbitkan di akun Wattpad @fairywoodpaperpink. Sedangkan tulisan non-fiksi seperti film dan buku diterbitkan di blog aqessa.blogspot.com

Selain menulis, dia juga senang membuat playlist lagu untuk setiap tulisannya di akun Spotify "Aqessa Aninda" (bit.ly/spotifyaqessa)

Twitter : @fairywoodpprink

Instagram : @fairywoodpaperink

Facebook : facebook.com/fairywoodpaperink

 

 


 

Posting Komentar

0 Komentar