{Review} THE DREAM IN TAIPEI CITY


Judul Buku : The Dream in Taipei City
Penulis : Mell Shaliha
Penerbit : Penerbit Indiva
Penyunting Bahasa : Mastris Radymas
Tahun terbit : Cetakan Pertama, Robi’uts Tsani 1435 H / Februari 2014
Tebal : 300 Halaman
 ISBN : 978-602-1614-16-7
Hadiah dari Penulis Riawani Elyta dan Penerbit Indiva dalam event #AkuCintaBuku2
***
BLURB
Ella Tan, gadis blasteran Jawa-Taiwan itu kini harus berpisah dengan ibunya di Surabaya untuk tinggal bersama sang ayah di Taipei. Ya, demi sebuah kesepakatan kedua orangtuanya yang telah bercerai. Bahwa di usia 17 tahun, Ella Tan harus tinggal bersama ayah kandungnya di negeri serumpun China itu.

Hidup bersama ayah yang sangat pendiam, dan ibu tiri beserta kedua saudara tirinya yang kejam membuat Ella merasa terasing. Namun, sinar keceriaan dia dapatkan dari sahabat-sahabat barunya di Universitas Nasional Taiwan, tempat dia kuliah. Hatinya yang polos tiba-tiba merasakan debaran cinta pada seorang dosen muda nan rupawan, Marcell Yo. Namun debaran itu harus pupus saat mengetahui bahwa hati sang dosen telah tertambat pada sosok wanita yang sempurna di mata Ella, Miss Wang. Di saat yang sama, Kim Hae Yo, pemuda Korea yang menjadi sahabat dekat Ella rupanya juga mempunyai rasa yang sama kepada Miss Wang.

Dalam keresahan itu, Ella menemukan sumber kekuatan yang baru. Yaitu, sang ayah mulai menunjukkan rasa sayang kepada putri tercintanya. Sebuah impian mulai mengucup, impian untuk menyatukan ayah dan ibu yang ternyata masih saling mencinta. Akankah impian Ella akan terwujud? Dan mengapa kemudian Marcell Yo dan Kim Hae Yo memberikan perhatian lebih kepada Ella?

*****------*****------*****------****-----******

Karena perjanjian yang dilakukan oleh kedua orangtuanya yang memutuskan untuk berpisah, Ella yang ikut mamanya di Surabaya sementara sang papa tetap berada di Taipei. Sebuah perjanjian yang mengatakan bahwa Ella harus ikut sang papa saat Ella telah berusia 17 tahun.

Tinggal bersama keluarga baru di lingkungan baru, bukan perkara mudah bagi Ella. Apalagi ibu tiri dan saudara tirinya berlaku tidak baik kepadanya, sang papa yang pendiam malah membuat Ella merasa semakin tidak baik. Ella berusaha menyemangati dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pulang sebelum mendapatkan gelar master. Sifat dingin dan pendiamnya sang papa yang ternyata menaruh perhatian dan sangat menyanyi Ella lebih dari siapapun, membuat Ella merasa lebih bahagia.

Di satu sisi, Ella menemukan dunia baru, di kampusnya ia bertemu dengan beberapa teman yang ternyata juga berasal dari Indonesia. Dari mereka Ella tahu suka duka menjadi mahasiswa baru di negeri orang lain.

Dari mereka, Ella berencana untuk untuk tidak tinggal lagi bersama papanya, apakah papanya bakalan mengizinkan Ella?

Selain bertemu dengan beberapa teman dari Indonesia, Ella beruntung bisa berkenalan dengan sosok dosen muda yang menjadi idola di Universitas Nasional Taiwan, dia bernama Marcell Yo. Dosen Muda yang juga menjalin kasih dengan seorang perempuan cantik dan berbakat yang bernama Miss Wang. Tapi semenjak bertemu dengan Ella, hari-hari sang dosen muda semakin berwarna dan bersemangat. Ella mampu merubah pemikaran Mr Yo, yang selama ini beranggapan wanita berjilbab hanya mau berteman dengan mereka yang berjilbab juga, Begitu juga dengan Ella yang sangat kagum dengan sosok dosen muda itu.

Di sisi lain, Ella juga bersahabat dengan pemuda yang berasal dari Korea yang bernama Kim Hae Yo, mereka berkenalan setelah mereka mengalami permasalah yang sama, sejak itu hubungan keduanya semakin dekat. Hae Yo selalu mengikuti kemanapun Ella pergi. Karena menurut Hae Yo Ella adalah sahabat yang baik. Ella tahu bahwa Hae Yo menaruh rasa yang besar terhadap sosok Mrs Wang. Tapi mengapa ada yang mengganjal dalam hati Ella saat ia melihat Hae Yo menatap penuh kagum kepada sosok Mrs Wang? Ada apa dengan Ella? Kemudian menjadi runyam, saat tiba-tiba Hae Yo menghilang tanpa kabar, kemanakah perginya Hae Yo?

Hae Yo pun, sejak pertama kali bertemu dengan Ella, Hae Yo tahu bahwa Ella menaruh kekaguman yang luar biasa kepada dosen muda itu, dan itu membuat Hae Yo merasakan ada yang tersentil di hatinya.

Ella sudah berjanji, ia tidak akan mengulang kisah yang sama dengan mamanya, Ella berjanji untuk tidak terlibat dengan urusan cinta, mampukah Ella mengelaknya?

Dan seperti apa suka duka Ella di negeri asing yang jauh dari keluarganya, meskipun sebenarnya ia lahir di Taipei?

Dan bagaimana kisah Mr Yo – Ella – Hae Yo, seperti apa kisah cinta mereka ini?
Simak kisah Ella Tan, dalam cerita “THE DREAM IN TAIPEI CITY”

*****------*****------****--------*****------*****


Dengan gaya penulisan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga dari sisi Ella, kita para pembaca dibuat benar-benar merasakan suka dukanya menjadi mahasiswa baru diluar negeri. Kesedihan Ella saat dihina oleh ibu dan adik tirinya, bikin rasanya pengen membat dua orang itu jadi daging asap.

Dengan alur maju, padahal dari baca halaman pertama aku sudah membayangkan akan ada satu part khusus yang menceritakan masa lalu kedua orang tua Ella, tapi ini memang murni kisah Ella, dan aku rasa kalau ada kisah lanjutan dari cerita ini akan lebih bagus.

Setting tempat yang digambarkan cukup membuat aku merasa sedang jalan-jalan di sana, apalagi waktu naik bus atau kereta, aku serasa membayangkan kayak di film-film itu, dua transportasi itu kalau di film sangat nyaman dan menyenangkan.

Untuk karakter Ella sendiri, bisa dikatakan dia cukup mandiri, dan dia hobi sekali menubruk seseorang, coba tebak siapa yang sering Ella tubruk? Xi xix Ella ini sukanya tergesa-gesa dan suka nunduk kalau jalan.

Hae Yo sendiri merupakan pria yang menyenangkan dan ramah, mudah bergaul dengan siapapun dan cenderung cerewet. Kalau cerewet ini yang paling merasakan adalah si Arman, mahasiswa dari Indonesia yang sudah cukup lama di Taipei dan sebentar lagi akan lulus.

Suka sama covernya, menarik dan membuat penasaran orang yang melihat. Dan terkait dengan pilihan judulnya, apakah Ella berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya itu?

Cerita ini menjadi lain dari yang lain, karena baik di prolog atau epilognya adalah sebuah surat cinta dari dua orang, yang sepertinya mempunyai rasa yang sama. siapakah dia??

Di tunggu kisah lanjutan dari kisah Ella ya kak, bakalan menarik sepertinya kalau kisah ini ada lanjutannya.

Dan ada hal yang menarik dari buku ini, selalu ada nilai-nilai Islam yang terselip dalam cerita tanpa ada kesan memaksakan masuk ke dalam cerita dan ataupun berniat secara menggurui. Good job buat INDIVA, salah satu hal yang aku suka dari terbitan INDIVA.

Hal yang paling aku suka dalam kisah Ella ini adalah, awal mula perkenalannya dengan sosok Hae Yo, mereka sama-sama mengalami permasalahan yang sama, yaitu tidak bisa melihat pengumuman kelulusan tes masuk. Coba tebak, kira-kira mengapa mereka tidak bisa melihat pengumuman itu, padaha itu pengumuman dilakukan lewat surat loo. Kenapa aku suka? Karena dalam adegan tersebut aku merasa dua tokoh dalam cerita itu sangat menggemaskan, bikin nyubit pipinya..xi xi xi

Dan inilah beberapa qoute favorit aku :

“Bahwa tidak selamanya orang lain akan menganggapnya benar meski diapun tak melakukan kesalahan yang berarti.”(Halaman 65) “Memangnya, kamu orang hebat yang bisa mengendalikan perasaanmu? Kalau suka, bilang saja suka. Meski kamu tidak mempunyai keinginan lain selain menjadi pengagum rahasianya. Yang terpenting kamu bisa menjaga hatimu agar perasaan itu tidak memakannya.”(Halaman 135) “Karena tidak ada kewajiban untuk tidak akrab dengan semua orang.”(Halaman 181) “Tapi jangan sakit hati ketika orang yang kamu sukai ternyata juga menyukaimu. Tapi karena kamu seperti ini maka dia harus memilih cinta yang lain.”(Halaman 211) “Kadang cinta itu karena sudah terbiasa. Meski tak terasa spesial, tapi selalu dialah yang menjadi perhatian pertamamu.”(Halaman 294) “Dengan senang hati. Kehidupan tanpa mengenal Tuhan pasti akan terasa hampa. Kamu akan lebih merasakan hidupmu berarti jika ada Tuhan yang selalu bersamamu di hatimu.”(Halaman 340)

Pesan moral yang aku tangkap dalam cerita ini salah satunya tertulis dalam kalimat berikut :

“Cukup ini menjadi pelajaran berharha untukmu bahwa jika masih ada kesempatan untuk menyampaikan sesuatu, maka sampaikanlah saat itu juga. Karena kita tidak akan tahu bagaimana perguliran waktu.”(Halaman 283)

Selain itu toleransi itu indah, disini cerita mereka saling menghormati akan prinsip masing-masing. Mereka saling mengingatkan ketika waktu beribadah. Dan itu sungguh-sungguh sangat indah.

Dan tentang sebuah perjuangan untuk mencapai cita-cita itu tidak mudah, butuh banyak energi, dan hati yang teguh untuk menjadikan cita-cita itu nyata. Kita berusaha dan kita akan bisa.

Cocok dibaca buat mereka yang akan menuntut ilmu ke luar kota ataupun ke luar negeri. tapi buat kalian-kalian novel ini recomended banget kok, kalian juga harus baca.

Bintang 3 untuk kisah Ella.
******--------******-------------*********
 sukses terus untuk kak Mell, di tunggu karya-karya selanjutnya dan kelanjutan kisah dari Ella yaaa...

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Terima kasih Kak Vaarida. Semoga bermanfaat. Ulasannya seru sekali. Saya telah menulis sekuelnya meski belum selesai... Doanya yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama Kak Mel. Ya ALLAH aku senang banget bisa di komen sama penulisnya langsung. maaf ya kak kalau reviewnya masih acak acak an. semoga lancar nulis sekuel lanjutannya. aamin.

      Hapus

Terima kasih telah membaca sampai selesai.
Mohon maaf sebelumnya, kolom komentar aku moderasi.
jadi komentar kalian tidak akan langsung muncul, nunggu aku setujui dulu baru bisa terlihat.
tinggalkan komentar dan senang berkenalan dengan kalian

Close Menu