{Review} SEBIRU SAFIR MADAGASKAR


Judul Buku : Sebiru Safir Madagaskar
Penulis : Haya Nufus
Penerbit : Penerbit Indiva
Penyunting Bahasa dan Penyelaras Akhir : Mastris Radymas
Tahun terbit : Cetakan Pertama, Robi’uts Tsani 1437 H / Januari 2016
Tebal : 288 Halaman
 ISBN : 978-602-1614-53-2
Hadiah dari Penulis Riawani Elyta dan Penerbit Indiva dalam event #AkuCintaBuku2
***
BLURB
“Jika ditanya mau jadi apa saya...” aku berhenti lagi, dengan jeda yang sebenarnya untuk meredakan buncahan semangatku sendiri. “Saya ingin menjadi inspirasi bagi Malagasy. Dengan segala hal yang bisa saya lakukan.”

Gadis cilik miskin dari pelosok Madagaskar itu bernama Mirindra. Di usianya yang ketujuh tahun, lengkap sudah kesendiriannya. Ditinggal mati ibunya, juga ditinggal ayahnya menjadi penambang batu mulia di sebuah pertambangan asing yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya.

Tak ada pilihan bagi ayahnya, kecuali menitipkan sekaligus menyekolahkannya di Akany Tafita, sebuah sekolah dan asrama yang menampung anak-anak miskin di sekitar perbukitan Sahosa.

Mirindra miskin tapi cerdas. Menguasai empat bahasa di dunia. Tumbuh dengan mimpi-mimpi yang terus-menerus dibenamkan oleh Tinah, wanita pemilik Akany Tafita, dia menjadi sangat obsesif. Lupa bahwa dia miskin, tak punya bekal apa-apa seperti yang dikatakan oleh Josse.

Oh, betulkah dia tak akan bisa mewujudkan mimpinya? Ah sepertinya iya. Setiap pintu yang akan dia lalui tertutup semua. Lalu, untuk apa selama ini dia memeras isi kepala demi memecahkan rumus-rumus dan membaca buku-buku tebal? Untuk dilupakankah?

*****------*****------*****------****-----******

Standing applus buat penulis atas hasil karyanya yang luar biasa keren dan memang layak untuk menjadi juara III Lomba Menulis Novel Inspiratif INDIVA 2014, karena memang benar-benar memberi inspirasi bagi semua orang di Indonesia atau bahkan di dunia sekalipun.

Aku tidak akan menceritakan ulang ringkasan cerita dari novel ini, karena menurut aku dari bagian blurb itu sendiri sudah menceritakan ringkasan dari alur cerita.

Dengan menggunakan konsep alur mundur, kita dibawa untuk menjadi saksi bisu perjuangan seorang Rakotoarinora Mirindra untuk menggapai cita-citanya. Konsep ceritanya unik dan aku rasa jarang penulis yang menggunakan konsep cerita seperti ini. Yap ini memang cerita tentang Mirindra di usianya yang masih tujuh tahun, tapi penulis tidak menggunakan sudut pandang Mirindra pada usia tujuh tahun, penulis menggunakan sosok Mirindra dewasa untuk menceritakan dirinya di usia tujuh tahun tersebut. Keren bukan?

Menulis adalah kekuatan kata, dan inilah yang aku dapatkan setelah membaca cerita ini, adakalanya aku merasa membaca buku ini seperti membaca tentang eksiklopedi Madagaskar, karena memang benar-benar komplit mulai dari struktur alam, keadaan flora dan fauna, sosial masyarakat, kebiasan-kebiasaan masyarakat Madagaskar dan bahkan sejarah Madagaskar juga ada dalam cerita ini, tempat-tempat bersejarah di Madagaskar juga ada, semua terekam dengan jelas dalam cerita ini. Dan setelah membaca akhirnya aku penasaran dengan Negara Madagaskar, yang selama ini aku hanya sebatas tahu aja bahwa negara yang bernama Madagaskar, selebihnya aku tidak tahu. Membaca buku ini membawa aku kepada rasa penasaran tentang Madagaskar, dan akhirnya google lah yang menjadi tempat aku bertanya.

Pasti kalian akan bertanya, apakah ceritanya membosankan karena kita bakalan disuguhkan cerita sejarah? Jawabannya adalah tidak sama sekali. Karena kita memang akan dibawa penasaran dengan seperti apa sih Madagaskar itu sendiri? selain itu memang cerita kisah Mirindra juga tak kalah greget juga.

Karakter Mirindra sendiri adalah gadis dengan impian yang sangat tinggi, dia tahu kalau mimpinya bukan hanya sekedar mimpi yang bakalan hilang sejalan dengan usia dia yang semakin bertambah, dia tahu bahwa untuk mewujudkan mimpinya dia harus berusaha lebih keras dari apa yang ia bisa. Di usianya yang masih 7 tahun Rindra sudah menyukai tentang buku eksklopedia dunia, disaat yang lain suka dengan film kartun ia suka dengan acara yang menceritakan kisah-kisah tokoh dunia. Rindra selalu suka untuk belajar dan belajar. Dan Mirindra ini tidak suka kegagalan dan tidak suka diremehkan.

Ada sekitar 20 bab dalam cerita ini, nanti kita akan bertemu dengan teman-teman Rindra di sekolah Akanya Tafita, ada konflik-konflik yang harus Rindra dan teman-temannya hadapi, mulai dari yang suka cari perhatian dengan cara bikin onar, terus ada yang mempunyai penyakit dan harus dirawat. Selain itu kita akan berkenalan dengan Tinah, sosok dibalik Akanya Tafita, ada Jose adik Tinah yang sangat meremehkan keberadaan Akanya Tafita dan tidak lupa ada sosok Dada, Ayah dari Rindra sosok yang hebat dan selalu mendukung mimpi putrinya, meskipun pendiam tapi selalu bangga dengan putrinya itu.

Aku selalu dibuat terharu saat momen-momen kebersamaan Rindra dan ayahnya, waktu ayahnya meninggalkan Rindra di Akanya Tafita karena sang ayah harus bekerja menjada penambang, aku tersentuh waktu ayahnya berpamitan kepada Rindra, bisa dikatakan cerita ini juga tentang kedekatan seorang anak perempuan dan ayahnya. Padahal sang ayah cuma bilang, “kau sekolah yang baik disini.” Tapi air mataku tidak dapat aku tahan. Ayah Rindra juga sosok yang teguh memegang ajaran agama islam, bukan hal mudah menjadi kaum minoritas.

Suka dengan cara Rindra membaca situasi dan kondisi sekitarnya, ia belajar banyak hal dari itu semua tentang kehidupan yang sesungguhnya.

Bukan cerita yang menyedihkan cerita ini meskipun Rindra harus kehilangan sang Ibu untuk selama-lamanya, kesulitan ekonomi dan dipandang rendah oleh orang lain, tapi ada beberapa hal yang membuat kita terharu dan tersentuh. Tapi cerita yang mengajarkan banyak hal akan mimpi, akan sebuah perjuangan dan usaha yang tidak mengenal batas.

Tapi sayangnya ada beberapa kata asing, kemungkinan bahasa asli Malagasy memang benar dicetak miring, tapi tidak ada penjelasannya atau catatan kakinya. Dan ada beberapa puisi yang terdapat dalam buku ini tapi tidak dijelaskan sumbernya, entah itu murni karangan penulis sendiri atau puisi karya orang lain.

Beberapa quote yang aku suka yang ada di dalam cerita ini antara lain :

“Pendidikan adalah pintu bagi kami untuk meninggalkan kebodohan,
untuk keluar dari masa-masa suram. Tak boleh ada yang menghalanginya. Apapun alasannya.”(halaman 71) “Hal-hal buruk mampu mengubah karakter seseorang. Karena memang begitulah manusia, terus berproses.”(Halaman 136) “Paulo Coelho bilang, bermimpilah! Maka, semesta akan mendukungmu!”(Halaman 137) “Jika menurutnya sampanku tak bisa membawaku sampai ke tujuan, aku harus memiliki sesuatu yang lebih besar dan kuat. Selalu ada harapan, Tuan, bagi siapa saja yang berjuang.”(Halaman 163) “Kau pencemburu, Rindra. Hatimu penuh dengan pemberontakan. Kau perlu kedamaian agar kau tenang. Ketenangan akan membuatmu lebih mudah menerima hidupmu dan tak terus menyalahkan orang lain di sekitarmu.”(Halaman 224) “Untuk apa belajar sungguh-sungguh jika akhirnya tak membantu untuk keluar dari keterbatasan hidup. Akankah aku tetap di sinii?”(Halaman 255)

Dari cerita ini kita belajar banyak hal, bahwasanya semua usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Berusahalah sebaik-baiknya, semampu yang kamu bisa tetapi serahkan semua hasilnya kepada Tuhan, agar tidak menjadi kecewa. Bermimpilah setinggi yang kamu bisa, tapi siapkan pijakanmu untuk meraih mimpimu itu. selalu ada banyak cara bagi mereka yang mau berusaha dan berjuang.

Buku yang sangat cocok dibaca oleh segala usia, baik anak-anak, remaja, dewasa ataupun para orangtua. Karena setelah membaca ini akan banyak hal yang akan kita dapatkan.

Bintang 4 untuk kisah Mirindra dari Malagasy ini.

Berikut beberapa tempat yang menjadi setting cerita :
 1. Lemurs Park di Antananarivo 
sumber : Google.com
2. Palais Du Rova
sumber : Wikipedia
3. Danau Lac Anosy
sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Lake_Anosy

sebenarnya masih ada banyak hal terkait Malagasy / Madagaskar tapi aku mencoba cari di internet ada banyak gambar, jadi karena takut keliru, tidak aku posting. seperti halnya makam penduduk asli Malagasy, Subika  yang merupakan keranjang anyaman dari ilalang khas malagasy) dan sebagainya.

kalian baca buku ini maka kalian akan serasa sedang jalan-jalan ke Madagaskar.
selamat membaca.


*****------*****------****--------*****------*****

sumber : Foto Profil akun Twitter @hayatunnufus


 Haya Nufus, mengeyam madrasah tsanawiyah dan aliyah di Langsa, Aceh. Dia menamatkan sarjana keperawatan di Universitas Syiah Kuala tahun 2007. Hanya menulis artikel di beberapa media seperti Harian Republika dan Buletin Dharma Wanita Persatuan Kementrian Luar Negeri. Saat ini Haya menetap di Madagaskar.

Sukses terus buat Kak Haya, ditunggu karya-karya selanjutnya.



Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu