{Book Review) Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika




Judul Buku : Manusia Setengah Salmon
Penulis  : Raditya Dika
Penerbit : GagasMedia
Tahun terbit : Cetakan Ketujuh belas, 2014
Cetakan ; Pertama,  2011
Tebal : 264 Halaman
ISBN : 979-780-531-X
Ini merupakan buku yang aku pinjam dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan

***
Ini buku pertama karya Raditya Dika yang aku baca. Sebenarnya sudah cukup tahu lama kiprah penulis satu ini, bahkan twitternya sudah aku follow sejak lama juga tapi memang baru ini berkesempatan untuk membaca karya Raditya Dika. Selalu ada yang pertama bukan untuk sebuah hal itu, meskipun aku dapat buku ini dari pinjam di PERPUSDA, yang tidak sengaja lihat diantara beberapa buku yang berjajar rapi di rak buku dan tanpa pikir panjang aku langsung bawa tetapi meskipun hanya pinjam dari PERPUSDA sedikitpun tidak mengurangi seni membaca dalam cerita-cerita yang terdapat dalam novel ini.

Sengaja tidak aku tuliskan bagian blurbnya, karena bagian belakang buku ditutupi kertas semacam barcode versi PERPUSDA. Dan beginilah penampakannya.
Penampakan buku bagian belakang / BLURB
Ini novel pertama yang aku baca dari beberapa novel karya Radit yang sudah di hasilkan. Sudah ada beberapa buku juga yang ia terbitkan sebelum dan setelah Manusia Setengah Salmon ini.

Membaca Manusia Setengah Salmon seperti membaca sebuah diary atau catatan harian seorang Raditya. Mengenal Radit dalam novel ini mengingatkan aku kepada sosok Dilan karya Pidi Baiq. Mereka sama-sama antimainstream dan mungkin mereka berdua manusia dengan karakter yang hampir sama. Sama – sama absurd.

Buku ini unik, jarang penulis atau penerbit yang menerbitkan buku yang sejenis ini. Jadi tidak heran kalau buku ini sampai sekarang masih cetak ulang terus. Dan dari akun IG GagasMedia aku tahu bahwa sekarang Manusia Setengah Salmon di cetak dalam bentuk cover yang berbeda. dan seingat ku novel ini juga sudah di filmkan. Sudah pernah di filmkan tetapi masih terus cetak ulang, ya karena buku ini memang berbeda. genre komedi tapi tidak membosankan.

Manusia setengah Salmon mempunyai beberapa versi cover. Setelah berusaha untuk googling untuk mencari tentang info tersebut dan ini hasilnya :
Cover edisi I
Cover 2


 
new cover
Novel ini mempunyai 19 cerita yang berbeda. tiap cerita merupakan bentuk pengalaman dari seorang Raditya dan bagaimana Raditya memandang sebuah permasalahan. Novel ini juga sudah di filmkan juga.

Novel ini bergenre komedi dengan berbagai kisah di dalamnya, tentang keluarga, tentang percintaan, tentang persahabatan dsb. Novel ini lucu, dan lucunya itu lucu yang tidak dipaksakan, kayak kita memang menjadi obrolan sehari-hari. Aku dibuat tertawa sampai perut aku sakit. Dari novel Radit ini aku tahu bahwa tidak selamanya tentang cinta, tentang patah hati, galau yang bisa untuk dituliskan, buktinya Radit bisa menulis tentang kentut, tentang pindah rumah, tentang bau ketek sopirnya dll.

Buku yang unik dan aku jamin tidak bosan dalam membacanya. Kita perlu membaca buku bergenre komedi seperti ini, untuk mengimbangi kesibukan kita yang tidak kenal lelah. Kalau bahasa kerennya es dawet yang di minum di siang hari yang panas sekali. Dan membawa aku kepada rasa penasaran bagaimanakah novel-novel lain karya Raditya Dika? Jadi ingin membacanya juga.

Sedikit banyak dari cerita-cerita yang terdapat dalam novel ini tergambar sosok Raditya Dika itu seperti apa. Selain dia yang memang gokil,Radit ternyata juga seorang yang sayang keluarga dan sepertinya ia sangat sayang dengan ibunya. Laki-laki yang memperlakukan ibunya dengan baik dia adalah sosok suami yang bakalan baik juga memperlakukan istrinya. Jadi intinya mungkinkah Radit merupakan sosok calon suami yang baik?


Kalau kalian ingin tahu, langsung DM aja ke akun twitternya Radit yaa. Cerita ini bergenre komedi, tapi tidak hanya sekedar komedi yang mampu menghibur dan mengocok perut tetapi juga ada hal-hal yang memang bisa dijadikan sebuah pesan yang mau disampaikan dan ini juga menjadi quote favorit aku dalam novel ini.  Antara lain sebagai berikut :

“Seperti rumah ini yang terlalu sempit buat keluarga kami,
gue juga menjadi terlalu sempit buat dia.
Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman,
 saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas
dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah,
gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama.”
(Halaman 29)

“Putus cinta sejatinta adalah sebuah kepindahan.
Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain.
Kadang kita rela untuk pindah,
kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang,
kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah.
 Ujung-ujungnya sama: kita harus maju,
meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.
Dan kenangan yang timbul paling kuat adalah yang paling awal.”
(Halaman 36)

“Kamu tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kamu mau,
tapi jika kamu mencoba, mungkin kamu bisa dapat apa yang kamu butuh.”
“Sesungguhnya tujuan dari PDKT : agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dan orang yang kita butuhkan.”
(Halaman 161)

“Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa di dapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.”
(Halaman 256)

Selain itu sebenarnya juga ada lagi, tapi aku tulis itu saja, kalau kalian penasaran baca saja ceritanya sendiri ya. Kalau kalian yang sudah baca dan sudah punya novel ini pasti setuju dengan apa yang aku bilang di atas.

Dari 19 cerita yang ada dalam novel ini, semuanya mempunyai kesan tersendiri. Analogi putus cinta dengan pindah rumah, senam kentut yang Ayahnya Radit lakukakan setiap pagi, ada analogi manusia yang seperti ikan salmon, Menyadari bahwa cerewatnya sang ibu merupakan berkah yang luar biasa dsb.

Pada akhirnya, aku beri nilai 4 dari 5 nilai yang aku punya.

Posting Komentar

0 Komentar