{Book Review) Angela Hardy Zhu




Judul Buku :Angela
(Semoga waktu tak hapuskan ingatanku tentangmu)
Penulis :Hardy Zhu
Penerbit; de TEENS
Tahun terbit/ Cetakan Pertama : September, 2014
Tebal : 173 Halaman
 ISBN : 978-602-279-059-4
Dapat buku ini pinjam dari Perpusda Pacitan.
***
BLURB
Dilema. Pertemuanku dengan Sandi, cowok culun yang dulu kuhindari dan kini berubah seratus delapan puluh derajat itu, berlanjut setelah acara reunian.
Aku ada ikatan pekerjaan dengannya. Di sisi lain, Azka, penulis favoritku, sedang riset di kota ini. Seharusnya, aku menemaninya. Tapi, selalu saja gagal dan diketahui oleh Sandi. Aku semakin nggak enak hati dengan Azka.
Suatu ha ri, kutemukan nama cewek di thanks to buku Azka setelah ia berterima kasih kepada Tuhan. Pastilah orang yang sangat penting baginya. Pasti sosok yang begitu ia cintai di atas segalanya

*****

Angela dan Gifty mereka bersahabat sejak SMA dan kini mereka berdua mengambil kuliah di kampus dan jurusan yang sama pula. Mereka berdua mendapat undangan untuk reuni akbar SMA. Setelah 4 tahun berlalu banyak berubahan yang terjadi yang dialami oleh mereka semua. Sandi yang dulunya Sandi adalah cowok yang berkulit gelap, berbadan kerempeng, giginya jarang-jarang dan suka pakai kacamata lebar tapi 4 tahun membawa perubahan besar, Sandi sudah tidak sama lagi dengan Sandi 4 tahun lalu. Sandi dulu berteman baik dengan Angela hanya saja Angela suka protes ketika melihat penampilan Sandi, yang menurut Angela malu-maluin.

Angela suka sekali membaca novel, apalagi yang bergenre teenlit, bahkan ia rela kehabisan jatah uang jajan demi untuk mendapatkan sebuah novel baru. Perkenalannya dengan Azka penulis novel yang awalnya ia mengira bakalan tidak suka dengan jalan cerita novel karya Azka, tapi ternyata Angela malah jatuh cinta dengan karya Azka, dan itu membawa Angela untuk menyapa Azka lewat twitter.

Setalah acara Reuni SMA tersebut, Sandi dan Angela lebih sering berkomunikasi. Di waktu Angela merayakan ulang tahunnya yang ke-18 Sandi memberi kejutan berupa tiket untuk bertemu dengan Azka penulis favoritnya. Dari acara talk show tersebut akhirnya Angela bisa bertemu muka dengan Azka.

Sandi meminta bantuan kepada Angela untuk membantunya dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan distro yang akan Sandi buka. Hubungan Sandi semakin dekat, hampir setiap hari mereka bertemu, bahkan Sandi sering muncul pada waktu dan tempat yang tidak Angela duga, bahkan Sandi juga sudah mengutarkan perasaannya kepada Angela. Di sisi lain hubungan via twitter antara Azka dan Angela terus berlanjut, bahkan Azka memberikan kejutan kepada Angela dengan datang ke kampus Angela dan mengatakan akan membuat riset untuk bahan cerita  novel Azka selanjutnya.

Angela sangat bergembira dengan kedatangan Azka, ia bahkan siap membantu Azka untuk berkeliling kampus dan berkeliling kota, tapi Angela harus bisa membagi waktu karena ia juga bekerja di distro Sandi juga.

Bagaiman ujung kisah Sandi-Angela-Azka bermuara, Sandi atau Azka kan yang akan menjadi pilihan Angela atau malah bukan keduanya, baca kelanjutan kisah Angela dalam novel “Angela- semoga waktu tak hapuskan ingatanku tentangmu..” karya Hardy Zhu
*****

Dengan tokoh utamanya adalah Angela seorang mahasiswi yang masih suka novel genre teenlit tidak masalah dengan masalah selera baca seseorang bukan? Dalam cerita ini ada beberapa tokoh selain Angela yaitu Gifty sahabat baik Angela, Sandi sang teman SMA yang dulu paling dia hindari karena masalah penampilannya dan Azka penulis favorit Angela. Suka dengan karakter Angela yang ceria dan sangat percaya terhadap sahabatnya. Setting tempat banyak menggunakan area kampus, distro Sandi dan toko buku.

Kelebihan cerita ini dibanding cerita teenlit lainnya ending yang diluar dugaan. Karena biasanya tidak seperti itu. Dari cerita disini nanti kita bakalan bisa membaca novel dalam novel, ya kita bisa membaca sekilas tentang bagaimana kisah “IF” novel karya Azka.

Kekurangan cerita ini adalah penyelesaian cerita yang terlalu cepat serta konfliknya kurang seru dan kurang menegangkan. Dan entah kenapa aku kurang suka dengan gaya bicara Angela.  Selain itu aku juga bingung sebenarnya Angela itu tinggal di daerah mana? Karena sampai cerita selesai aku baca aku tidak tahu Angela itu tinggal di kota mana. Karakter tokoh kurang kuat.

Adegan yang berkesan dalam cerita ini waktu Angela fokus memilih novel di toko buku dan waktu Angela dan Sandi bekerja di distro.

Quote favorit dalam cerita ini adalah :
“Semuanya berakhir begitu saja tanpa ada ujung yang jelas.”
(Halaman 172)

Pesan moral yang tersirat dalam kisah ini adalah jangan pernah sekalipun membohongi seorang sahabat, karena itu akan bisa merubah segalanya. Dan jika menyangkut masalah perasaan maka berusahalah untuk bersikap tegas.

Pada akhirnya buku ini aku rekomendasikan buat mereka para pecinta teenlit ,
Selamat membaca teman.
*****
Profil penulis yang tercantum dalam novel ini adalah sebagai berikut :
Hardy Zhu memiliki nama asli Hardiyansyah Supardi. Lahir di Makassar, 8 Juli 1992. Hardy hobi menulis sejak SMP. Saat ini, dia menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar dan mengambil Jurusan Manajem. Menurut calon pengusaha ini, menulis merupakan cara tepat untuk membuat hatinya tenang. Dengan menulis, hati dan pikiran seakan ter-refresh secara otomatis.
Hardy bisa dihubungi melalui :
Facebook : Hardy Zhu
Twitter : @AmazingHardy

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu