{Review } A Cup Of Tarapuccino


Judul Buku : A Cup Of Tarapuccino
( Secangkir Cinta, Rindu dan Harapan)
Penulis : Riawani Elyta & Rika Y. Sari
Penyunting Bahasa : Mastris Radyamas
Penerbit : Penerbit Indiva
Tahun terbit : Cetakan Pertama, Jumadil Tsaniyah 1434 H / April 2013
Tebal : 304 Halaman
 ISBN : 978-602-8277-88-4
Bookmail / hadiah GA dari Mbak Rindang Yuliani
***
BLURB
Ada seseorang dari masa lalu. Sesosok maya, yang tak pernah sekalipun ia lihat atau temui wujudnya, namun hampir saja menjadi bagian terpenting dari hari-harinya. Sosok yang menggetarkan hatinya. Sosok yang hampir saja mengisi cangkir hatinya dengan cinta, rindu, juga harapan.

“Saat pertama kali kau melihatnya, kau akan merasa seolah melihat sebuah peach, dengan warna kulitnya yang cantik, membuat orang pasti tak tahan untuk mengupasnya, dan isi di dalamnya juga tak kalah mempesona. Tapi di saat kau memakannya, pertama-tama kau akan terkejut akan rasa asamnya yang sangat, tapi saat kau terus mengunyahnya, kau akan merasakan rasa dan sensasi yang luar biasa, sensasi ras yang elegan, yang membuat kau tak akan bisa melupakannya.

*****------*****------*****------****-----******

Tara dan Raffi, keduanya merupakan saudara sepupu dan sudah lama menjalankan bisnis bareng. Bisnis bareng mereka berupa usaha di bidang bakery yang mereka beri nama “Bread Time Bakery”. Usaha yang mereka rintis berdua, menunujukkan kemajuan yang sangat pesat. Menjadi pelopor usaha bakery  di kota Batam memang tidak mudah.

Keduanya saling bahu membahu untuk kemajuan Bread Time Bakery, jika Tara mengurusi segala hal yang menyangkup urusan internal maka Raffi memegang kendali penuh untuk urusan eksternal, tapi keduanya tetap bisa berjalan beriring.

Disuatu waktu Tara mengusulkan untuk membuat majalah khusus untuk Bread Time Bakery, Tara yang keras kepala akhirnya berhasil membuat Raffi menyetujui usulnya. Insting bisnis Tara tidak meleset, launching perdana majalah Bread Time sukses dan atas saran Raffi, bahwa Tara harus mencari partner atau tim khusus yang menangai mini magezine ini. Hazel dialah orang yang diterima Tara tanpa persetujuan Raffi untuk mengelola majalah dan menjadi partner kerjanya.

Hazel bukan orang baru bagi Bread Time karena dia adalah pelanggan Bread Time yang selalu memesan menu yang sama dan selalu duduk di tempat yang sama. Keunikkan Hazel sudah lama menjad perhatian Tara.

Di satu sisi, kedua orang tua Tara dan Raffi merencakan perjodohan mereka, melihat bagaimana kerjasama mereka dalam menjalankan bisnis bareng, dan usia mereka yang sudah tidak muda lagi. Tara menerima lamaran Raffi, Raffi yang sebenarnya sudah lama menempatkan Tara pada posisi penting di hatinya sangat bahagai saat mengetahui bahwa Tara menerima lamarannya.

Tapi ternyata tidak bagi Tara, hati Tara sudah tertambat pada sosok Hazel, diam-diam Tara selalu memperhatikan Hazel. Tapi cinta dalam diam Tara menjadi sekedar mimpi, karena tiba-tiba Hazel pergi dari kehidupan Tara.

Di cerita lain, muncul sosok Diaz, yang harus rela bekerja menjadi apa saja demi bisa membayar lunar hutang ayah-ayahnya dan membiayai semua kebutuhan saudara tiri serta ibu tirinya.

Lalu bagaimana akhir cerita Raffi, Tara dan Hazel ini?
Lalu hubungan seperti apa antara Raffi, Tara, Hazel dengan sosok Diaz?
Simak kisah yang mengharu biru, penuh keteganan dalam A Cup Of Tarapuccino karya Riawani Elyta & Rika Y. Sari.

*****------*****------****--------*****------*****


Standing applus untuk Mbak Riwani dan Mbak Rika, atas eksekusi cerita Raffi dan Tara ini. Luar biasa kerennya.

Aku merasa cerita ini ACOT merupakan cerita dengan genre romance thriller, karena romansanya dapat dan ketegangan serta keseruan dari thrillernya juga dapat. Romansanya menyentuh sampai hati paling dalam. Dan selain itu juga ada sisi religi yang diangkat, semisal Tara yang tidak mau berduaan pada waktu mewawancarai Hazel. Diaz yang tidak mau pacaran tapi dia siap untuk melakukan ta’aruf dan ingin menikah. Raffi dan Tara sepanjang cerita tidak ada yang namanya kontak fisik  dari mereka, sekedar berpegangan tangan pun tidak ada. Serta Raffi dan Tarra yang hanya mau memakai bahan-bahan kue yang sudah ada label halalnya dsbnya.

Dari 4 karakter tokoh, yaitu Tara, Raffi, Hazel dan Diaz, menurut aku yang paling mempesona dan berhasil merebut perhatian aku adalah sosok Raffi. Rafii itu kalem, menghormati seorang wanita, bertanggungjawab. Pokoknya Raffi itu keren dan luar biasa.

Cerita dibagi menjadi 3 cerita dengan sudut pandang tokoh yang berbeda dengan konflik yang berbeda pula, ada Tara, Raffi dengan segala permasalahan di Time Bakery, lalu Hazel dengan pekerjaanya di Time Bakery dan Diaz yang berjuang keras demi keluarganya.

Pengemasan cerita yang apik, meskpun ditulis oleh dua orang dengan PoV yang berbeda tidak ada berbedaan informasi, semua mengalir begitu saja dan luar biasa.

Suka sama pemilihan warna cover terlihat penuh misterius tapi gambar di covernya aku masih belum bisa menyimpulkan ada makna apa dari pemilihan cover tersebut, jujur melihat dari covernya aku berfikir ini cerita dengan tema berunsur negeri 1001 malam.

Aku termasuk tipe pembaca yang memegang keyakinan bahwa ending sebuah cerita harus bahagia, karena kalau belum bahagia berarti belum ending. Dan selain itu aku tidak suka dengan ending yang gantung, tapi untuk pertama kalinya setelah membaca cerita Tara dan Raffi ini aku tidak kecewa. Menurut aku, membaca buku cerita ini, ibarat kita berusaha melakukan sesuatu sebaik-baik mungkin namun hasilnya kita serahkan kepada Tuhan, nikmati prosesnya. Seperti itulah, perjalanan cerita dan pengemasan ceritanya memang layak diacungi jempol.

Pasti akan banyak pertanyaan disetiap bagian cerita, itu wajar karena cerita ini memang dengan konflik yang tidak biasa dan ditunjang dengan sudut pandang tokoh yang berbeda pula.

Karena ada tiga sudut pandang, maka ada 3 adegan yang aku suka dari cerita ini. Dari Hazel aku paling suka waktu Hazel sedang memantaskan dirinya dengan bercermin saat akan datang ke interview di cafe milik Tara. Terus kalau untuk Diaz, aku suka waktu Diaz berkumpul dengan keluarganya, terasa sekali bahwa berkumpul dengan keluarga itu akan membangkitkan rasa semangat pada diri, itu terasa sekali. Kalau Tara dan Rafii, aku saat keduanya saling berinteraksi. Keduanya sangat saling menghargai dan mampu berkerja sama dengan baik.

Di sini banyak sekali aku temukan quote-quote yang sangat menarik, antara lain sebagai berikut :

“Selembar foto terkadang lebih banyak menyimpan kepalsuan daripada ketulusan. Karena orang cenderung menampilkan ekspresi terbaik saat difoto, padahal mungkin saat saat itu batinnya tengah bergolak.”(Halaman 43) “Hidupku memang belum sebaik hidup yang menjadi takdirmu. Dan saat sudah terdesak, kurasa siapapun tak akan berpikir panjang untuk mengambil peluang apapun yang ada di depan mata. Terutama peluang untuk menyambung hidup.”(Halaman 131) “Dia bukan tipe orang yang senang berurusan dengan masa lalu. Karena baginya, masa lalu cukuplah menjadi sejarah, yang hanya perlu dimasuki saat-saat dirimu membutuhkan kehadirannya untuk berkontemplasi.”(Halaman 266)

Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita ini mengingatkan aku akan perkataan seseorang, yaitu “Bahwa benar berprasangka buruk terhadap orang lain itu tidak dibenarkan, tetapi di dalam dunia bisnis berprasangka buruk itu sangat diperlukan.”.

Dari kisah para tokoh dalam cerita, kita diberi pelajaran tentang apa arti dari sebuah tanggung jawab dan bagaimana penerapannya, selain itu tentang hukum sebab akibat yang terjadi dalam kehidupan kita.

Dan aku rasa buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan dan semua usia, bintang 3 untuk kisah Raffi dan Tara.

******--------******-------------*********

Sumber ; Klik Di Sini

Riawani Elyta. Lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang, kepulauan Riau. Mulai senang menulis sejak tahun 2006. Penyuka cappuccino dan novel bergenre romance-thriller.
Karya-karyanya yang telah terbit adalah novel Hati Memilih (Bukune; 2011), Izmi & Lila (Diva Press ; 2011), Yang Kedua (Bukune ; 2012), Ping! Massage From Borneo (Bentang Belia ; 2012), The Coffee Memory (Bentang Pustaka ; 2013), Jasmine (Indiva ; 2013) dan 22 Antologi bersama.
Dia bisa disapa lewat email : tarapuccinogroup@yahoo.com, FB Riawani Elyta, Twitter @RiawaniElyta atau blog riawanielyta.blogspot.com



Rika Y.Sari. lahir dan berdomisili di Provinsi Jambi. Berprofesi sebagai pengusaha bidang kuliner. Dia bisa dihubungi lewat email : rikakarim@yahoo.com atau FB Rika Y.Sari
*****-----*****-----*****

Buku ini sebagai salah satu hadiah dari kak Rindang Yuliani. Terimakasih banyak buat Kak Ryu, membuat aku berkenalan dengan cerita yang luar biasa keren. Sukses selalu buat Kak Ryu.



Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu