{Book Review) Room – Emma Donoghue



Judul Buku : Room
Penulis : Emma Donoghue
Penerjemah : Rina Wulandari
Penyunting : Jia Effendi
Di terbitkan oleh Little, Brown and Company, Hachette Book Group
Di Indonesia di terbitkan oleh Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun terbit/ Cetakan Pertama : Agustus, 2015
Tebal : 420 Halaman
 ISBN : 978-602-385-136-2
***
BLURB
Ma,bilang aku sungguh harus dibungkus dengan Karpet sekarang, Nick Tua mungkin akan datang lebih awal karena aku sakit. Kami mengucapkan rencana kami berulang-ulang. Mati, truk, menggeliat keluar, lompat, Lari, Seseorang, Pesan, Polisi, Obor las.

Ini ulang tahun aku yang kelima. Aku dan Ma merayakan di kamar itu – kamar tempat aku lahir dan tumbuh besar. Tak ada yang tahu ulang tahunku, kecuali Ma.. dan Nick Tua,

Nick Tua membawakan jip, dengan remote. Aku senang bermain jip. Tapi Ma benci Nick Tua. Dia bilang Nick Tua orang jahat. Ma, ingin segera pergi dari kamar. Katanya di luar ada rumah kebun, anjing, Kakek dan Nenek – seperti yang ada di TV. Ma ingin bertemu dengan mereka.

Aku tahu Ma tidak bohong. Tapi, bagaimana cara kami keluar? Hanya Nict Tua yang bisa membuka pintu kamar. Lalu Ma bilang sudah punya rencana dan aku harus membantunya. Hanya aku satu-satunya yang bisa menyelamatkan kami berdua.
*****

Jack begitu bahagia saat merayakan ulang tahunnya yang ke lima, bersama seorang wanita yang ia panggil dengan sebutan Ma. Pagi itu Jack mendapatkan hadiah sebuah gambar sederhana hasil karya tangan cantik Ma, gambar tersebut berupa gambar dirinya yang sedang tertidur lelap.

Jack selalu bahagia saat bersama Ma-nya, padahal ia tinggal dalam sebuah ruangan sempit yang harus berbagi dengan dapur, kamar mandi, kamar tidur dan satu satunya cahaya adalah dari lampu dan sebuah lubang kecil di atas atap yang menjadi satu-satunya sinar matahari bisa masuk ke ruangan itu.

Selama lima tahun ia berada disitu dan Jack merasa kamar adalah dunianya, dengan Ma-nya dia akan merasa baik-baik saja. Televisi menjadi hiburan yang berharga bagi keduanya. Jack tidak tahu bahwa apa yang ia lihat di televisi adalah nyata. Jack menghabiskan 24 jam selama 5 tahun dalam ruangan itu hanya dengan Ma-nya saja tidak ada yang lain.

Di usianya yang kelima, Jack mendapatkan cerita baru dari Ma-nya, bahwa di luar sana semua apa yang dilihat dalam televisi adalah nyata. Ma-nya juga bercerita bahwa ia di culik oleh Nict Tua saat usianya 19 tahun. Nick Tua akan datang saat malam dan ia akan memberikan permintaan Ma yang di tulis setiap akhir pekan.

Ma mengatakan bahwa Jack harus keluar dari ruang ini, agar bisa membebaskan dirinya. Ma menyusun rencana itu dan Jack akan melakukannya.

Bisakah Jack di usianya yang baru ke lima menjalankan misi itu? Berhasilkah ia menyelematkan Ma nya dari ruangan sempit itu?
Baca kisah petualangan Jack dalam “ROOM” karya Emma Donoghue.
----****----****----****

Dua jempol untuk cerita ini, meskipun jujur awalnya aku tidak begitu paham dengan jalan ceritanya. Pertama karena novel ini adalah novel terjemahan jadi secara bahasa juga beda, dan dari dulu aku agak sulit memahami novel terjemahan. Kedua sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang Jack sudut pandang usia anak 5 tahun.

Tapi begitu aku mencoba bertahan membaca halaman demi halaman sungguh luar biasa, ternyata ceritanya memang keren sungguh tidak salah jika menjadi best seller, buku terbaik dan bahkan sudah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa. Memang luar biasa kisah Jack dan Ma-nya ini.

Ada 4 setting tempat yang mewarnai kisah petualangan dan rasa keinginan tahu yang besar dari seorang Jack yaitu Kamar, Rumah Sakit, Rumah Nenek dan Apartemen Mandiri. Aku masih belum bisa membayangkan bagaimana keadaan dan bentuk dari Kamar yang selama 5 tahun menjadi tempat tinggal Jack dan Ma-nya. Apalagi waktu malam tiba dan tiba-tiba Nick Tua datang, Jack akan masuk ke dalam lemari dan tidur di sana hingga Ma-nya memindahkan dia ke tempat tidur setidaknya hingga Nick Tua pergi ke luar lagi.


“Waktu aku masih empat, kupikir semua yang di TV cuma ada di TV,
lalu aku lima dan Ma membongkar kebohongan tentang banyak hal,
mana yang Cuma gambar dan mana yang nyata. Dan Luar menjadi benar-benar nyata. Sekarang aku di luar tapi ternyata banyak bagiannya yang tidak nyata sama sekali.”
(Halaman 346)


Ada dua karakter dominan dalam cerita ini, karena memang cerita ini tentang mereka yaitu Jack dan Ma-nya. Jack meskipun ia dibesarakan dan tumbuh di dalam Kamar tapi dia bisa dikatakan sebagai anak yang cerdas. Khas seorang anak umur 5 tahun yang akan selalu banyak pertanyaan dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Sangat menyanyangi Ma-nya. Sudah bisa baca dengan lancar, bahkan menghafal jam tayang acara favoritnya di televisi.

Karakter Ma, sampai cerita berakhir aku belum tahu siapa nama Ma ini, karena memang cerita ini dari sudut pandang Jack. Karakter Ma dia jelas perempuan yang kuat, hebat dan tegar. Dia selalu bisa menjawab pertanyaan Jack yang kadang luar biasa sekali. Tapi adakalanya pertanyaan itu membuat Ma jengkel. Menurut aku itu wajar, Ma seorang dewasa yang pernah tahu betapa indahnya dunia luar, tapi Jack menjadi penghibur bagi dirinya, Jack adalah segalanya. Mungkin aku kalau jadi Ma, sudah bunuh diri karena frustasi dan tertekan. Ma perempuan yang hebat bukan.

Ternyata ROOM ini sudah di filmkan, dan saking penasarannya aku sama setting tempat dalam cerita aku membuka you tube dan melihat thriller dari cerita ini, lagi lihat thirllernya aja aku udah nangis, dan aku ingin lihat film ini secara keselurahan, sayang belum bisa download karena kekuatan sinyal yang sungguh luar biasa. Dari thriller itu aku tahu bahwa cover buku yang sekarang aku baca adalah cover film. Covernya keren.

Kelebihan cerita ini, aku belum pernah membaca cerita tentang sebuah penyekapan manusia dan si korban dari segi fisik dia baik-baik saja, jadi cerita ini cerita pertama yang aku baca. Dengan menggunakan sudut pandang seorang Jack yang berusia 5 tahun cerita ini menjadi nilai tersendiri. Penggambaran seorang anak umur 5 tahun sungguh pas dan tidak dilebih-lebihkan. Seratus persen menggunakan sudut pandang seorang Jack. Jadi kita sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ma, Nick Tua atau lainnya. Tapi karena memang pengemasan kata-katanya yang apik dan runut menjadi cerita ini sangat luar biasa.
Dari segi editing dan terjemahan kata-katanya menurut sudah sangat baik dan memuaskan para pembaca.

Tapi satu yang membuat aku bingung di awalnya, yaitu penulisan nama-nama benda yang menggunakan huruf awal kapital. “Kok huruf besar, kan nama benda” itu yang selalu aku fikirkan, tapi setelah membaca beberapa halaman aku berkesimpulan mungkin Jack memberi nama benda. Cermin dengan nama Cermin, dinding dengan nama Dinding dsbnya.

Waktu Jack harus berpisah dengan ibunya dan mengatakan bahwa ibunya hilang. Hilang dalam versi Jack adalah saat Ma-nya tidak bisa menemani dia seharian, tidak bisa bicara dengan dia seharian karena sakit dan harus tidur. Bingungnya seorang anak lima tahun, ketakutannya akan berpisah dengan Ma-nya membuat aku terharu dan sempat meneteskan air mata. Drama pelarian Jack yang membuat aku ikut deg-degan. Dan paling suka saat interaksi Jack dan Ma-nya. Terlihat sekali feel ikatan seorang anak dan ibunya sangat kuat dan karena Ma juga selalu punya jawaban cerdas dari semua pertanyaan Jack.


“Aku punya beberapa koin yang Steppa berikan, aku membelikan Ma jepit rambut dengan kumbang, tapi itu bukan kumbang sungguhan.
“Dia mengucapkan terimakasih berulang-ulang.
“Kau bisa memilikinya selamanya bahkan ketika kau sudah mati,”kataku. “Apa kau akan mati sebelum aku?”
“Itu rencanya.”
“Kenapa rencanya?”
“Yah, saat kau seratus, aku seratus dua puluh satu, dan kupikir tubuhku akan cukup usang.” Dia menyeringai.
“Aku akan berada di Surga dan menyiapkan kamarmu.”
“Kamar kita,” kataku.
“Oke, kamar kita.”



“Banyak bagian dari dunia yang tampaknya adalah pengulangan.”
(Halaman 368)


Jack benar-benar mencintai Kamar-nya, bahkan sewaktu ia bebas dan sudah berada diluar Jack merasa tempat paling nyaman adalah kamar dan bersama dengan Ma-nya, terlalu banyak hal yang ia tidak tahu dan itu membuat ia bingung.

Dari cerita ini aku semakin tahu, bahwa benar adanya seorang anak adalah pelipur lara, pelipur kesedihan orangtuanya dan sumber kebahagian seorang ibu. Maka selagi kita bebas dan selagi kita bisa maka sayangi anak-anak kita. Begitu juga bagi seorang anak, Ibu adalah dunianya, Ibu adalah segalanya, ibu adalah pelindungnya, ibu adalah kekuatannya. Dari Jack aku belajar dan tahu akan hal itu. Sayangi ibumu sebanyak apa yang kau bisa.

Cerita ini, meskipun cerita terjemahan tapi layak untuk dibaca semua umur dan semua kalangan. Kalian wajib baca cerita ini karena cerita ini sungguh luar biasa dan menimbulkan kesan yang tidak biasa bahkan saat kalian selesai membacanya.
Lima bintang untuk Jack dan Ma-nya.

****----****------****-------****
Tentang Penulis
https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi-4fnokZLYAhUCabwKHZKTA6QQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fwww.huffingtonpost.ca%2F2015%2F12%2F10%2Firish-canadian-author-emma-donoghue-gets-golden-globe-nomination_n_8770334.html&psig=AOvVaw1fldlZVqu4HhMTcrUBYkCw&ust=1513637587276347

Lahir di Dublin pada 1969, Emma Donoghue adalah penulis fiksi kontemporer dan sejarah (termasuk buku terlaris Slammerkin). Emma juga menulis sastra sejarah dan drama untuk acara panggung, radio dan televisi. Dia tinggal di London, Ontario dengan pasangan, putra dan putrinya.



Posting Komentar

1 Komentar

  1. Terimakasih reviewnya. Hanya saja, maksud anda trailer film hehe bukan thriller. :D

    BalasHapus

Terima kasih telah membaca sampai selesai.
Mohon maaf sebelumnya, kolom komentar aku moderasi.
jadi komentar kalian tidak akan langsung muncul, nunggu aku setujui dulu baru bisa terlihat.
tinggalkan komentar dan senang berkenalan dengan kalian

Close Menu